BPN: Jateng vs Malaysia hanya majas

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

BPN: Jateng vs Malaysia hanya majas Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak meluruskan pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto soal Provinsi Jawa Tengah yang lebih besar dari Negara Malaysia. 

Dahnil mengatakan Prabowo bukan membandingkan seperti timbangan, melainkan hanya perumpamaan hiperbolik yang biasa ia gunakan di beberapa kesempatan.

"Maksudnya Pak Prabowo adalah ingin membandingkan penduduk dan kapasitas, tidak membandingkan apple to apple, ini hiperbola saja, majas. Pak Prabowo suka menggunakan majas-majas. Saya pikir itu salah satu majas," terang Dahnil di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyinggung kesejahteraan gubernur di Indonesia tidak sebanding dengan luas wilayah yang ditanganinya.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebutkan bahwa luas wilayah Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia, sedangkan gajinya yang didapat terbilang kecil.

"Sebagai contoh, bagaimana bisa seorang gubernur gajinya hanya Rp 8 juta? Kemudian dia mengelola provinsi umpamanya Jawa Tengah yang lebih besar dari Malaysia dengan APBD yang begitu besar," kata Prabowo dalam debat perdana pilpres 2019.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas wilayah Jawa Tengah pada tahun 2017 adalah 32.544,12 km persegi.

Sementara itu, dilansir dari Britanica, Malaysia terdiri dari dua wilayah, yaitu Semenanjung Malaysia atau Malaysia Barat dan Malaysia Timur yang berada di Pulau Kalimantan. Luas Malaysia seluruhnya adalah 330.323 km persegi.

Mendengar pernyataan Prabowo semalam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan ada hal yang salah terkait luasan wilayah.

"Tanggapan pak Prabowo bagus, walau ada pernyataan yang kurang tepat mengenai perbandingan luasan Jateng dan Malaysia," terang Ganjar.

Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Usai menangi balapan pertama, Selisih poin Bautista dengan Rea semakin melebar
Anggota DPR minta masyarakat tak reaktif sikapi aksi teror di Selandi Baru
Fetching news ...