Ideas

Anies teken Pergub proyek reklamasi, janji kampanye dipertanyakan

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Anies teken Pergub proyek reklamasi, janji kampanye dipertanyakan "Sok heroik menolak reklamasi," - Teddy Gusnaidi

Janji kampanye Anies-Sandi untuk menghentikan proyek reklamasi tampaknya hanya tinggal janji. Pasalnya, setelah terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah meneken Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pengelolaan reklamasi, Senin (04/06/2018).

Hal ini tentu menjadi tanda proyek yang disebut sebagai bentuk pencemaran lingkungan tersebut akan terus dilanjutkan.

Pergub 58 Tahun 2018 itu ditandatangani dan sudah berlaku sejak diundangkan. Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Yayan Yuhanah, Rabu (13/06/2018).

“Secara formal Pergub sudah diundangkan dan berlaku,” jawab Yayan.

Diketahui dalam pasal 4, Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi (BKP) adalah lembaga ad hoc yang akan melaksanakan pengelolaan reklamasi dan bertanggung jawab kepada Gubernur DKI Jakarta.

“BKP Pantura Jakarta mempunyai tugas mengoordinasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penyelenggaraan Reklamasi Pantura Jakarta, pengelolaan hasil Reklamasi Pantura Jakarta dan penataan kembali kawasan daratan pantai utara Jakarta,” bunyi pasal 4.

Dalam pasal tersebut juga disebutkan BKP Pantura Jakarta mempunyai tugas untuk memberikan rekomendasi kebijakan dalam rangka penyelenggaraan Reklamasi Pantura Jakarta.

Sementara itu, Ketua BKP Pantura Jakarta adalah Sekda DKI, Wakil Ketua diisi oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI, Sekretaris merangkap anggota diisi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta, dan beranggotakan 18 Pejabat.

Diketahui penandatanganan Pergub ini banyak menuai kecaman dari berbagai pihak. Di antaranya dari Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang menganggap kebijakan ini melanggar janji kampanye.

“Setelah tidak melakukan pembongkaran, tapi hanya penyegelan bangunan di pulau D hasil reklamasi, Anies-Sandiaga ternyata memutuskan untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta, ditandai dengan ditetapkannya peraturan gubernur tersebut oleh Gubernur Anies pekan lalu,” kata mereka.

Menurut mereka, Anies-Sandiaga sebelumnya menyatakan secara terbuka dan menggebu-gebu untuk menghentikan reklamasi Teluk Jakarta demi kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir, dan segenap warga Jakarta ketika kampanye pemilihan kepala daerah Jakarta yang lalu.

Namun, tampaknya janji hanya sekedar janji setelah Pergub disahkan oleh Gubernur Anies beberapa waktu lalu.

“Janji penghentian reklamasi tersebut merupakan poin nomor 6 dari 23 janji politik Anies-Sandiaga,” sebut koalisi.

Mereka juga menambahkan janji tersebut sebagai hutang yang harus dibayar kepada pemilihnya yang percaya bahwa janji tersebut akan terwujud.

Sementara itu, Dewan Presidium Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi juga ikut mengomentari Pergub yang disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.

Teddy menuliskan sindirian untuk Anies dengan membalas cuitan terkait pemberitaan pengesahan Pergub reklamasi.

"Ini juga tulisan lama gue soal Reklamasi ketika @aniesbaswedan masih sok heroik menolak reklamasi. Sekarang dia membuat Pergub reklamasi sesuai dengan yang gue tulis," tulis Teddy.

Dalam cuitannya tersebut, Teddy melampirkan sebuah catatannya di web pribadinya, teddygusnaidi.com. Teddy menilai jika reklamasi merupakan proyek pemerintah pusat dan bukan proyek pemprov DKI Jakarta.

Sebelumnya, Anies-Sandiaga diketahui telah menyegel pulau D dalam proyek reklamasi Jakarta. Namun, tampaknya hal tersebut kini sia-sia.

 

 

 

 

 Presiden Jokowi akan naikkan Bansos 2 kali lipat
Hanura nilai galang dana tak efektif, Pasek: Prabowo jendral kaya raya
Megawati minta Jatim hargai Soekarno dengan menangkan cucunya di Pilgub 2018
Ini deretan makanan untuk ringankan gejala PMS
Di balik penyakit musiman usai Lebaran
Suka cita perempuan Arab Saudi bisa mengemudi mulai hari ini
Gus Ipul gunakan ijazah dan gelar palsu?
Kenapa umat Islam tidak dapat bersatu? (tidak seimbang)
Kata ahli soal dinosaurus kebal peluru
Perempuan Cina lebih antusias nonton Piala Dunia
Inikah sinyal kemenangan Khofifah-Emil?
Pendatang baru DKI diwajibkan melapor
Mendambakan keadilan atas sumber daya antariksa
Divonis mati, Aman pikir-pikir
Argentina di ujung tanduk dan permainan buruk Messi
Fetching news ...