Cegah potensi teror, Risma ingin deteksi suasana hati siswa

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Cegah potensi teror, Risma ingin deteksi suasana hati siswa "Bukan berarti berprasangka buruk, tetapi mendeteksi dini itu yang sangat penting. Tolong kita sama-sama peka." - Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan alat pendeteksi dini suasana hati siswa ketika datang ke sekolah, sebagai upaya membentengi anak didik itu dari pengaruh buruk masuknya paham radikal.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M. Ikhsan, Kamis, mengatakan, alat pendeteksi dini tersebut sesuai arahan Risma yang disampaikan kepada para kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, madrasah diniyah dan pondok pesantren se-Kota Surabaya.

"Apakah anak tersebut sedih atau senang. Nanti ada alat pendeteksi semacam itu dibantu guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas," ujar Ikhsan di Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membuat software sederhana untuk memasukkan nama anak-anak yang tidak sekolah agar terdata dengan baik.

"Kami akan mendalami jika terdapat anak yang dalam kurun waktu satu hari tidak masuk sekolah," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan pihaknya meminta para guru memperhatikan dan melaporkan anak yang secara tiba-tiba tidak sekolah.

"Segera saya koordinasikan dengan Pak Ikhsan (Kadinas Pendidikan Kota Surabaya)," katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak trauma, pihaknya menyediakan wadah trauma center bagi korban bom maupun yang berada di lingkaran teroris, khususnya anak-anak.

Saat ini, dirinya telah berkoordinasi bersama dengan jemaat gereja, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya terkait dan profesi himpunan psikologi klinis dan sekolah.

"Metode pendampingan satu anak akan didampingi satu psikolog baik ketika di rumah sakit, di rumah maupun di sekolah," katanya.

Sebelumnya, risma juga meminta aparatnya untuk menyiapkan alat deteksi dini bagi warga yang mencurigakan. Nantinya dengan alat deteksi dini tersebut, Pemkot Surabaya bisa memantau warga itu apakah baru kembali dari luar negeri atau bagaimana.

"Pengembangan alat ini nanti akan bekerja sama dengan pihak Imigrasi dan pihak kepolisian. Semoga segera selesai. Nanti kalau sudah siap, akan saya sampaikan," kata Risma.

Menurut dia, yang paling penting dalam musibah teror kemarin adalah deteksi dini. Sebab, lanjut dia, apabila masalah keluarga ini bisa dideteksi sejak dini, maka dapat dipastikan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak akan ada korban lebih lanjut.

"Malam ini saya akan ketemu dengan RT/RW. Besok Rabu (16/5) pagi saya akan ketemu dengan kepala sekolah dan siangnya saya akan ketemu dengan takmir masjid untuk melakukan deteksi dini hal-hal seperti ini," katanya.

Selain itu, Risma berpesan kepada seluruh RT/RW dan warga Surabaya apabila melihat orang-orang yang mencurigakan, orang baru, pertemuan-pertemuan yang tidak ada laporan patut diwaspadai dan segera dilaporkan.

"Bukan berarti berprasangka buruk, tetapi mendeteksi dini itu yang sangat penting dan terjaga. Tolong kita sama-sama peka," katanya.

Adapun, bentuk deteksi dini dan kepeduliaan yang bisa dilakukan masyarakat di antaranya, membuat surat edaran kepada RT/RW untuk melaporkan dan mewaspadai warga baru maupun warga yang datang dan pergi.

"Semua informasi harus dideteksi sedini mungkin dan jika semua sama-sama bergerak, maka kita berhasil mencegah aksi semacam ini," katanya.

“Perang” data pangan di antara lembaga pemerintah
Kapan negara hadir tumpas intoleransi?
Soeharto Presiden Indonesia paling berhasil versi Indo Barometer
Penghargaan Risma untuk para pahlawan pencegah terorisme
Cina luncurkan satelit ungkap sisi misterius bulan
Fetching news ...